Suara Libra
NEWS TICKER
.

perayaan Ulang Tahun Marga Sekampung Libo yang ke-212. Jabung “Negeri Beribu Seniman”

Friday, 29 July 2022 | 4:38 pm
Reporter:
Posted by: suara libra
Dibaca: 173

perayaan Ulang Tahun Marga Sekampung Libo yang ke-212. Jabung “Negeri Beribu Seniman”

suara -libra.com. Lampung Timur – Sabtu (16/07/2022) merupakan saat yang sangat penting bagi masyarakat Marga Sekampung Libo (Jabung) Lampung Timur. Hari ini merupakan perayaan Ulang Tahun Marga Sekampung Libo yang ke-212. 212. Acara diadakan di Lapangan Merdeka Kecamatan Jabung Acara yang begitu meriah dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung timur Azwar Hadi, Suku Paksipak Sekalabeghak (Ike Edwin), Ketua Megho Sekampung Libo,

(Solihin Panji), Kasat Binmas, AKP Surya Dinata, Guru Besar Unila (Prof. Admi Syarif, PhD) Forkopimcam serta Tokoh Adat, Agama dan Pemuda.
Dalam sambutannya, Azwar Hadi mengucapkan Selamat Hari Lahir kepada Kampung Maghgo Sekappung Libo-Jabung yang ke-212 serta berharap ke depan program-program pembangunan baik program Pemerintah Desa Kecamatan dapat terus dilanjutkan.

Jabung kini tidak lagi terkenal dengan kampung pelaku kejahatan, tetapi akan terkenal dengan budayanya yang arif dan bijaksana,” Ucap kiai Admi Syarif. Menilik meriahnya acara yang dimeriahkan dengan Pertunjukan Seni Budaya dari Sekampung Libo, sudah sepantasnya Jabung ini kita beri julukan sebagai “Negeri Beribu Seniman”, pungkasnya. Beberapa kesenian dan budaya unik yang ditampilkan pada acara tersebut diantaranya:

“ Piano kipas “: Piano kipas dimainkan oleh 2 orang ataupun lebih , dimana antara yang satu dengan yang lain saling membantu dan melengkapi. Piano kipas adalah seni musik dan seni suara dalam masyarakat adat Maghgo sekappung libo. Piano kipas sebagai hiburan dan komunikasi, yang memberikan makna ajakan, nasehat ataupun perintah yang tersusun dalam kalimat-kalimat yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Sebagai hiburan dalam kebahagiaan dan kegembiraan. Piano kipas biasa ditampilkan dalam acara adat maghgo sekappung Libo ataupun acara-acara lain.“ Tari bedana “Tari bedana diperagakan oleh beberapa orang baik bujang ataupun gadis saat proses mengambil gadis di kediaman mempelai pengantin pria. Tari bedana ditampilkan sebagai wujud kegembiraan dan kebahagiaan kedua belah pihak keluarga, yaitu mempelai pria dan mempelai wanita.

Tari bedana diiringi dengan iringan musik Cangget. Penari menggunakan pakaian adat Lampung maghgo sekappung libo , yang menghi Story kan tentang adat kebudayaan dan tentang tujuan serta makna hidup dalam masyarakat adat maghgo sekappung libo.“Bukiyas “: Bukiyias dalam masyarakat adat maghgo sekappung libo juga merupakan rangkaian bahasa atau kalimat yang tersusun rapih dan sarat dengan makna.

Bukiyas disampaikan oleh seorang guru atau Pemimpin sebuah sanggar seni yang menyatukan bahwa penari akan mementaskan berbagai macam seni ini tradisional maghgo sekappung libo. Disampaikan dalam bahasa yang santun untuk mengisaratkan agar masyarakat maghgo sekappung libo dalam kehidupan sehari-hari untuk menggunakan bahasa yang lemah lembut sopan dan santun.

“Berbalas pantun “: Berbalas pantun merupakan salah satu seni suara dan seni musik yang ada di masyarakat adat maghgo sekappung libo. Berbalas pantun dimainkan kan oleh dua orang atau lebih pemuda-pemudi atau dari semua kalangan masyarakat adat maghgo sekappung libo. Berbalas pantun dipentaskan sebagai sajian hiburan pada saat acara-acara pernikahan ataupun acara-acara cara adat lainnya di maghgo sekappung libo.

Berbalas pantun dilantunkan kan dengan suara merdu tertata beserta kompak. Berbalas pantun menyampaikan pesan nasehat-nasehat ajakan ataupun perintah. Berbalas pantun menghiStorykan dalam masyarakat adat maghgo sekappung libo untuk hidup bersama, kompak saling mengisi saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.

“Pencak silat tangan kosong “: Pencak silat tangan kosong merupakan salah satu pencak silat dari sekian pencak silat yang ada di masyarakat adat maghgo sekappung libo. Pencak silat tangan kosong para pemuda maghgo sekappung libo dari semua kalangan. Dipentaskan pada sore hari setelah ashar hingga Menjelang magrib. Pencak silat tangan kosong di pentaskan pada saat acara pernikahan atau acara adat lainnya sebagai hiburan untuk masyarakat adat maghgo sekappung libo.

Pencak silat tangan kosong dipentaskan dengan gerakan yang memiliki makna kebersamaan dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dalam adat maghgo sekappung libo. “Butangguh“: Butangguh dalam masyarakat maghgo sekappung libo merupakan rangkaian bahasa atau kalimat yang tersusun rapi dan sarat dengan makna. Butangguh disampaikan oleh seorang yang dipercaya dan berwibawa untuk menyampaikan suatu maksud dan tujuan dalam suatu acara adat maghgo sekappung libo.

Butangguh disampaikan dalam bahasa yang halus dan tertata dalam bahasa adat maghgo sekappung libo untuk menyampaikan permohonan izin. Butangguh merupakan bahasa awal dalam pelaksanaan acara adat maghgo sekappung libo . Baik pernikahan pementasan seni dan lain sebagainya dalam masyarakat adat maghgo sekappung libo. Butangguh dalam masyarakat adat maghgo sekappung libo mengisyaratkan kan kan agar masyarakat adat dalam memakai sesuatu untuk meminta izin terlebih dahulu.

“Tari pedang “Tari pedang merupakan salah satu pencak silat yang diiringi musik Cangget yang ada di masyarakat adat maghgo sekappung libo. Tari pedang dimainkan oleh 3 orang pemuda atau orang tua semua kalangan masyarakat maghgo sekappung libo , dimana 2 orang bertugas untuk mementaskan pencak silat dan satu orang berperan sebagai penengah. Tari yang dipentaskan dengan gerakan-gerakan silat yang tertata kuat dan sarat akan makna. Tari pedang memiliki tugas untuk menjaga burung garuda dalam adat maghgo sekappung libo yang merupakan kendaraan kebesaran adat maghgo sekappung libo.

Tari pedang menghi Story kan kepada masyarakat adat maghgo sekappung libo untuk hidup bersama saling melengkapi pi dan saling menjaga satu dengan lainnya. “Tari Deghani atau Tari Cetik”: Tari Deghani/Tari Cetik Adalah salah satu jenis dari sekian banyaknya tari yang ada di adat Maghaggo Sekappung Libo, yang di iringi musik Cangget. Tari Deghani/Tari Cetik di peragakan pada waktu siang hari , Dan Biasanya di bawakan oleh Enam orang penari yang menghistorikan Enam rukun Iman dalam Islam.

Tari Deghani/Tari Cetik di pentaskan sebagai hiburan Adat Maghaggo Sekappung Libo, pada acara adat meminang (Mengambil gadis) Ataupun pada Acara-acara adat lainnya Di Adat Meghaggo Sekappung Libo. Tari Deghani/Tari Cetik Dibawakan dengan Gerakan Lembut,Penuh Keseimbangan,dan kekompakan. Yang menghistorikan Kelembutan dan Keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dalam Adat Meghaggo Sekappung Libo.

“Tari Kipas”: Tari kipas adalah salah satu jenis dari sekian banyaknya tari yang ada di Masyarakat Adat Meghaggo Sekappung Libo yang diiringi dengan musik Cangget. Tari Kipas di pentaskan sebagai hiburan,ungkapan kebahagiaan dan kegembiraan. Di pentaskan pada Acara Meminang/Mengambil Gadis ataupun pada acara-acara lainnya di Adat Meghaggo Sekappung Libo. Dibawakan dengan gerakan-gerakan seimbang dan kompak, Tari Kipas Menghistorikan Keseimbangan dan kekompakan serta keberanian hidup di Bumi Adat Meghaggo Sekappung Libo. 

“Zikir Baru”: Menyampaikan maksud dan tujuan dalam kalimat-kalimat yang tersusun,Berkaitan dan memiliki makna (makna Nasehat,makna Ajakan ataupun Perintah) yang di perankan oleh beberapa orang, Dan diiringi dengan alat musik Rebana. Masyarakat Adat Meghaggo Sekappung Libo mengenalkan cara untuk menjadikan hiburan yaitu Zikir Baru sebagai sarana Komunikasi dan Silaurahmi.. Zikir Baru biasanya di tampilkan dalam acara-acara Adat ataupun pada acara-acara lainnya. (Hsn aliudin).

[addtoany]

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *

© 2020 suara-libra.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer.